Wednesday, August 2, 2017

Korea dengan at cost 4 jutaan...

Anyeonghaseyooo.... welcome again..



Sudah lama kepingin banget cerita tentang trip kami kemarin ke koriya, but, seperti biasa tunggu ilham dan mood cerita yang gak dateng dateng... 


Ok, langsung aja mumpung mood ceritanya lagi oke.. 

Kami (perempuan bertiga, red-) teman satu kantor, sama sama penyuka drama koriya, sama sama suka jalan dan sama sama gak tahan kalau lihat promo pesawat.. bawaannya pengen borong, haha... *kerupuk kaliii...

Kami dapat (dengan penuh perjuangan) tiket pesawat di GATF sesion 2 yang berlangsung tanggal 7- 9 Oktober 2016 dengan harga pertiket Rp. 3.630.933,33- bikaus menggunakan pesawat full service, maka harga tsb adalah harga idaman... hoho...

Oke, seperti ini itinerary yang sudah di rombak dan direvisi berkali kali..





Akhirnya seperti ini (dengan at cost):



Oh, iya, di real nya ada beberapa tempat yang kita datangi tanpa cost dan tanpa belanja, diantaranya:

1. Namdaemun Market
2. Yeouido Park
3. Cheonggyecheon Stream
4. Doota Mall
5. Dongdaemun Design Plaza
6. Migliore



Oh, Iya ada beberapa tips dari kami sebelum ke Korea:




1. Lakukan latihan fisik, sebulan sebelum keberangkatan.


Pertanyaannya kenapa? karena disana gak ada ojek online!!! hehe.. becanda ding, eh tapi serius, harus latihan fisik, terutama kaki ya, karena rata rata penginapan, restoran dan tempat tempat wisata disana tidak langsung dari stasiun subway trus di depannya, tapi harus jalan dulu, dan kontur tanah di sana tidak rata tapi berbukit bukit.. nah loh kayak gimana tuh? yah kalau sering memperhatikan serial drama Korea, pasti tau. Dan, ada beberapa stasiun subway yang tidak memiliki eskalator alias tangga berjalan. Lumayan pegel kalau naik turun... jadi latihan fisik terutama kaki, perlu banget, yah minimal biasakan jalan, naik turun tangga, dll

2. Bawalah Stok Makanan Yang Banyak


Karena kami Muslim, makanan halal menjadi salah satu concern kami, nah berhubung makanan halal disana tidak segampang yang kita temui ketika berada di negara mayoritas muslimnya, dan harga makanan halal disana juga ngga murah, maka bawalah makanan mengenyangkan yang banyak, seperti Indomie, biskuit, abon, kecap, saos, kalau perlu bawa beras dan panci buat masak..

Ini bawaan kami kemarin..:)
Tapi kalau mau mencoba makanan asli sana, silakan saja, halal food banyak dijumpai di Ittaewon. Tapi membawa bekal makanan, mampu menekan cost cukup banyak loh..


3. Kalau memungkinkan bawa backpack atau koper berukuran bagasi kabin


Seperti sudah dijelaskan diatas,  ketika datang dari dan menuju bandara ataupun penginapan, dan transportasi yg ingin digunakan adalah subway,  dan ada beberapa subway yg entri dan exitnya tidak ada eskalatornya, maka bayangkan sendiri jika harus menggeret geret koper berukuran besar.  Saya sendiri kemarin membawa koper berukuran middle.. Dan gak kuat ketika harus menaiki puluhan anak tangga untuk masuk dan keluar dari stasiun subway yg gak ada eskalatornya.  Oh, iya,  jangan pernah sekali kali mencoba naik turun stasiun subway dengan lift ya.. Karena lift disana hanya diperuntukkan untuk manula,  penyandang disabilitas,  ibu hamil dan ibu dengan membawa anak. 


ini tangga exit subway yang tidak ada eskalatornya 

4. Biasakan merapikan sendiri perlengkapan makan ketika selesai makan dimanapun kita makan dan membuang sampah ditempatnya 



Kebiasaan ini penting buat kita terapkan,  walaupun gak berencana ke luar negeri. Coba baca cerita cerita dari backpacker lain,  tentang betapa rapihnya masyarakat di beberapa negara spt,  Korea dan Jepang. Di Korea sendiri, pembuangan sampah diatur dengan ketat,  sampah dibagi kebeberapa kategori,  ada sampah plastik,  botol,  sisa makanan,  dll. 
Selesai makan,  coba bereskan piring piring,  sampah makanannya dijadikan satu piring, mejanya dibersihkan, jadi pelayan tinggal mengambil tanpa harus memberikan meja lagi. Kebiasaan baik tsb yg harus mulai kita terapkan di kehidupan kita disini.  Jangan sampai ada cap dari warga asing,  kalau turis Indonesia jorok dan malas ya.. 


5. Biasakan antri 


Kebiasaan antri penting banget loh, karena disana semua serba antri dan disiplin. Pernah sekali kejadian pas di Namsan Tower, ketika mau naik cable car, setelah beli tiket, kita tergoda buat naik lift yang sebenernya ditujukan buat manula, panyandang disabilitas, ibu hamil, ibu bawa anak, dan seseorang yang sedang sakit. Tapi karena kita melihat ada beberapa anak muda yang naik, maka kami pun ikut naik lift, setelah terbuka... dihadapan kami ternyata sudah ada antrian yang dimulai dari lantai tempat pembelian tiket, ada seorang bapak bapak warga lokal yang bertanya kepada saya: Hai.. are you sick? wah... gak bisa dibayangin lagi wajah saya ketika itu... untungnya bapak itu gak bertanya dari negara mana kamu? Dan ternyata anak muda yang kita ikuti itu turis cina, bukan warga lokal... 


Oke, demikian tulisan ini dibuat, semoga bermanfaat... 
Khamsahamnida....













Thursday, September 22, 2016

Trip tanpa rencana ke Malaka bagian 2

hwaa... maapkeun bagian 2 nya lama bgt terbitnya, udah di ketik dari dulu si, cuma editnya yg lama... krn kemarin msh ribet kerjaan jadi blm bisa bebas nulis, hehe... cuss langsung aja..

Perjalanan dari TBS ke Malaka Sentral menempuh waktu 2 jam. Sekitar jam 13.00 kami sampai di Malaka Sentral, untuk menuju kawasan wisatanya kita harus naik bus sekali lagi, nama bisnya Panorama. Tapi berhubung saat itu kami kelaparan, karena ngga sarapan, kami memutuskan untuk mencari makan terlebih dahulu. Di sana kami hanya melihat warung cepat saji McD, tapi begitu melihat menunya... ternyata ngga ada nasi.. hiks... padahal kami butuh nasi dah hari kedua ngga ketemu nasi putih (selalu nasi lemak)... kami berjalan ke dalam, sebenarnya Malaka Sentral adalah sebuah terminal bis dalam kota tapi di dalamnya ada banyak penjual pakaian, kerudung dan beberapa rumah makan. Setelah memilih beberapa rumah makan yang hendak kami singgahi, akhirnya diputuskan untuk makan di sebuah rumah makan chinese food, di depannya terpampang tulisan besar: pemilik restoran muslim. Namanya restoran Sri Mawar Ria

Tiba di Sentral Malaka

Assyiiik ada Wifi di restoran ini *lol


Ini makanannya... enaaakk... nyam nyam nyam

sop ikannya maknyuss...

Selesai makan, kami berkeliling di dalam sentral Malaka, dasar naluri perempuan, yang dituju pasti toko toko baju dan kerudung... hehehe....kami sedikit menghabiskan waktu dengan belanja kerudung disana. Sampai salah satu dari kami mengingatkan "mau sampai kapan kita disini, kita kan belum sampe ke Malaka nya?" Ya ampuun... bener juga. Kami langsung bergegas keluar terminal dan mencari bis yang akan ke Malaka. Sampe diluar, kita agak bingung, karena terparkir banyak bus Panorama disana, pertanyaannya adalah bis yang manakah yang akan kita naiki? Saya berjalan dari satu bis ke bis yang lain, mengamati dengan seksama tujuan dan rute yang dilalui, berharap ada sedikit petunjuk sambil membuka screen capture handphone, apakah dari hasil walkblogging semalam saya sempat menyimpan gambarnya. sayangnya saya ngga nyimpen.. :( 
Pas berdiri di depan bis no.17 saya tertegun sejenak membaca tujuan bis tsb "Ujong Pasir" Ahai... saya inget, ini bisnya, spontan saya lalu masuk kedalam dan tanya ke sopirnya dengan bahasa Inggris saya yang pas pasan :) is the bus going to city hall?" sang sopir bis yang berperawakan sedang dengan mata agak sipit menoleh ke arah saya dan ngomong ngga jelas... tapi dari bahasa tubuhnya, dia menyuruh saya untuk segera masuk, saya melihat kedalam, bis ini dipenuhi beberapa wisatawan mancanegara, berarti memang benar inilah bis yang dimaksud. Kemudian saya diikuti teman teman masuk kedalam bis, tidak lama setelah itu bis tsb langsung jalan, Didalam bis, ada seorang kondektur yang menagih ongkos. Satu orang 1,5 ringgit x 4 orang = 6 ringgit. saran saya adalah siapkan uang pas, jika tidak kondektur akan membulatkan sesuka hati dia dan mengembalikan sesuai pecahan yang dia punya. 
Sekitar 18 - 20 menit perjalanan, akhirnya kami sampai ke sebuah taman yang dipenuhi banyak wisatawan dan bangunan bangunan berwarna merah. Sebagian besar penumpang bis ternyata turun disini. 
Bangunan yang pertama kali terlihat disini adalah sebuah bangunan gereja bernama Crist Church dan bangunan bernama Balai Seni Lukis Malaka

Gereja Christ Church dan Balai Seni Lukis
Selain itu ada marka I love Melaka yang di jadikan tempat menarik untuk foto foto


Setelah puas foto foto kami berdiskusi sebentar, mau ke arah mana kita berjalan, sambil mengamati peta kawasan tsb, Setelah sepakat, kami berjalan ke arah kanan kami (sungai Malaka) dan berencana mengelilingi kawasan tersebut dan kembali ke taman selanjutnya pulang. Setelah melewati sungai Malaka, sepertinya akan lebih asyik kalau pulangnya saja melewati sungai ini dengan naik perahu, okelah, akhirnya kami putar balik dan menyusuri kota Malaka dari kiri kami.

Peta kawasan
oh, iya pas kita ke Malaka, cuaca disana sedang panas panasnya, nah ini penting buat traveller, sebaiknya cek cuaca dulu ya sblm pergi ke suatu tempat, biar gak saltum terutama saltum cuaca hehe... kan gak lucu pas winter pake kaos oblong, atau pas summer pake jaket tebel.. 
Btw, di Malaka, cuaca nya mirip lah sama Indonesia, pas lagi musim panas, panasnya terik bgt, saran kita sih pake kaos aja ya... jangan lupa bawa payung atau topi. Balik lagi ke objek wisata di Malaka, sebenernya yang menarik di Malaka adalah bangunan bangunan dan objek bersejarah yang ditata ulang, dirawat, dilestarikan dan dikemas sesuai jaman sekarang tapi tetap memunculkan "kesejarahannya".. aduh apasih bahasanya... pokoknya yang hobi mengunjungi situs situs bersejarah wajib ke sini, hehe,,, 











Setelah lelah berjalan kaki menyusuri satu demi satu bangunan dan situs bersejarah, kami melanjutkan perjalanan dengan menaiki perahu menyusuri sungai Malaka. 


Antri tiket

ini tiketnya...

dapat goodybag gratis
Isi goodybagnya...
Sebelum naik perahu, kita difoto dulu loh guys, katanya sudah SOP nya seperti itu.. hehe... kita mah seneng banget di foto.
Sepanjang perjalanan menyusuri sungai Malaka, kita akan disuguhi dengan pemandangan yang begitu indah. di sisi kiri, terlihat perumahan penduduk setempat yang tertata rapi, sisi kanan, akan terlihat bangunan bangunan baru seperti hotel, dan bangunan lainnya, ada pula lintasan kereta monorail yang terdapat jogging track dibawahnya. Saya ngebayangin menyusuri selat Malaka bareng pasangan (yang sudah halal loh..) malam malam dibawah langit bertabur bintang, dikelilingi cahaya dari lampu lampu taman... duh. tapi emang bener loh, ada saran dari teman, kalau ke Malaka sebaiknya nginep dan jalan jalannya di malam hari, itu katanya indaaaaahhh banget... (sayangnya kita kemarin gak nginep, mungkin next time ke Malaka lagi harus nginep).




Kelar menyusuri sungai (bolak balik) kami memutuskan balik ke KL, karena sudah hampir Magrib. Kami mencari bis Panorama menuju Sentral Malaka, disini kami sempat khawatir karena takut tidak keburu naik bis terakhir ke TBS (kalau ngga salah bis terakhir jam 8.30 malam). Alhamdulillah, kami tiba pas bgt dengan waktu keberangkatan bis KKKL, harga tiket per orang RM 13.40.

tiketnya
dalam bis yang nyaman banget

    

ini penampakan dalem bis KKKL
Tiba di TBS udah malem bgt, sempet khawatir ngga ada LRT (ketahuan bgt gak pake planning... ). sekali lagi.... Alhamdulillah... ternyata masih ada LRT, entah itu LRT terakhir atau bukan. Sampe hotel udah malem sekitar jam 12 an, bersih bersih, sholat, terus tiduuuuurrrrr...

Seperti itulah kisah perjalanan kita ber empat ke Malaka tanpa rencana... semoga bermanfaat hehe... 
Sampai bertemu di perjalanan lainnya...
















Monday, April 25, 2016

Trip tanpa rencana ke Malaka bagian 1

Hari kedua kami berencana pergi ke Malaka, sebuah destinasi yg awalnya tidak masuk dalam daftar tempat yang wajib dikunjungi di Malaysia. Tapi salah satu dari kami yaitu Tya, pernah berujar pengen ke Malaka. Ada apa di Malaka? Itu yg menjadi pertanyaan saya ketika itu, di bayangan saya Malaka adalah sebuah selat, selat Malaka. Hal lain yg terlintas ketika mendengar kata Malaka adlh pelabuhan yang menjadi transit lalu lintas perdagangan bangsa Portugis, China, Belanda, Arab ke wilayah Asia  jaman dahulu (inget gak pelajaran sejarah). Apa menariknya Malaka? Itu tetap menjadi pertanyaan, sampai kami bertemu dengan seorang backpacker asal Jakarta di bandara KLIA, Nadya. Siapa Nadya? Nanti saya ceritakan sosoknya di post lain hehe.. yang menarik adalah destinasi pertama Nadya di Malaysia adalah ke Malaka. Waw, saya jadi penasaran, biasanya seorang backpacker sejati spt Nadya ini pasti sudah mempertimbangkan destinasi yg wajib dia kunjungi beserta itinerary detail dan padat. Okelah, sptnya ada sesuatu yg menarik di Malaka...
Sayangnya kami ngga jadi berangkat ke Malaka bareng Nadya pada hari pertama, alasan kita ke Nadya, krn kita mau explore KL dulu, hehe.. padahal alasan sebenarnya adalah krn kita sangat lelah dan ngantuk hahaha.. pengen ke hotel terus rebahan.. yasalam backpacker apa kita ini..
Malam sebelum kami berangkat,  mulai searching tentang Malaka, tempat menarik disana dan bgm transportasi kesana. Screenshot bbrp yg kami anggap penting, maklum selama perjalanan nanti kita pasti kesulitan mencari koneksi internet, bisa disebut kami adlh fakir wifi.. Huhu.. (terutama saya).
Jam 8.15 waktu setempat, kita mulai jalan ke Masjid Jamek, krn stasiun LRT  terdekat dari penginapan kita berada di samping masjid jamek, beli tiket di mesin tiket tujuan akhir stasiun Bandar Tasik Selatan (BTS) dengan harga tiket per orang RM 3,2 atau setara Rp.10.800 , lalu kita naik ke atas menuju peron, sampe di atas peron saya melihat ada papan yg berisi running text tujuan LRT dan berapa lama lagi LRT itu tiba. Saya membaca 2m Sentul Timur, artinya 2 menit lagi akan ada kereta masuk menuju sentul timur. Sebentar, sptnya kita salah arah peron. Ibarat kalau naik cl, mau ke arah Bogor, tapi naik yg arah Jakarta kota... duh..
Akhirnya kita turun lagi dan mencari jalan ke peron yang benar, entah kita nya yg sulit memahami jalur lrt disini, atau memang kurang jelasnya petunjuk arahnya, sempet ragu krn disana tertulis lrt nya melalui jalur Ampang, setelah lihat peta rute LRT, benar juga ternyata, walau kita menuju stasiun Bandar Tasik Selatan, melalui jalur Ampang.

Ini jalur yg LRT disana
Jalur LRT hasil download 
Pengalaman pertama naik LRT di sini, kesan pertama ko keretanya sama spt commuterline di Jakarta, disini malah lebih pendek, cuma 5 gerbong. Bedanya lagi, ngga padet, atau mungkin krn hari Sabtu jadi agak lengang? Tapi yang perlu ditiru adlh jadwalnya ontime, di peron sudah ada tanda dimana pintu akan terbuka, stasiun nya juga besar dan bersih, ah, ngebayangin kapan commuterline akan spt itu. 
Sampai di stasiun BTS kita berjalan menuju Terminal bus yang bernama Terminal Bandar Selatan (TBS), disini ngga usah takut nyasar, krn petunjuk arahnya jelas. Sampai di TBS, kita sejenak terpaku.. (apa sih bahasanya...!) kalau bahasa Depoknya, terbengong- bengong.. Ini terminal apa bandara?
Masuk ke Terminal Bandar Selatan akan langsung tersuguhi sebuah layar besar berisi jadual keberangkatan bis. 
screen jadual keberangkatan bis
sampai disini kita sedikit bingung, bagaimana membeli tiketnya? Bis yang mana yang akan kita naiki? dari hasil walk blogging semalam, saya teringat ada blogger yang memilih sebuah bis bernama Delima untuk pergi ke Malaka Sentral. Kami sempat ingin menaiki bis Sani Express karena bentuknya yang bertingkat, hehe... ndeso ya? 
Saya dan Fara mengantri di salah satu counter pembelian tiket ke Malaka sentral. Oh, iya didalam TBS ini ada dua tempat antrian, pertama antrian sistem tiket berpusat (ada dibawah layar/screen keberangkatan bis) di antrian ini, calon penumpang memesan tiket dengan menyebutkan tujuan  dan waktu keberangkatan, nanti mas nya di counter tiket akan mencarikan bis yang sesuai. antrian kedua adalah antrian sesuai nama bis dan tujuan bis tersebut. Karena kita pengen naik bis Sani Ekspress, maka saya dan Fara mengantri di antrian tiket bis Sani Ekspres.

antrian tiket bis
Sampe depan loket ternyata bis Sani tidak memiliki tujuan ke Malaka Sentral, kita malah disuruh memilih bis sesuai tujuan dan jam keberangkatan, loh,, kok ini jadi sama seperti loket sistem terpusat.. ya sudahlah, akhirnya kami memutuskan naik bis Delima, pertimbangannya karena harganya lebih murce.. haha.. akhirnya kantong berbicara... (biaya tiket per orang RM10 alias Rp.33.750,-)


memilih kursi bis

mbaknya yang ngelayanin
Setelah mendapatkan tiket, kami menunggu di ruang tunggu keberangkatan bis sesuai gate yang tertera di tiket, sumpah.. keren banget mirip ruang tunggu bandara.. dan lebih kerennya lagi, jadual keberangkatan on time!

Tiket bis Delima


Informasi ruang tunggu

ruang tunggu
tempat boarding

ini bisnya (diambil dari internet)
bersambung.....




Monday, March 7, 2016

Belajar toilet training

Sudah hampir satu bulanan Bara (2 tahun 6 bulan) perlahan di ajarkan toilet training. Mungkin agak telat ya.. harusnya sblm 2 tahun sudah mulai diajarkan, tapi ibunya blm telaten,  hehe... kuncinya memang harus telaten, sabar dan konsisten. Oh, iya, Bara sehari hari ketika saya kerja, dititipkan ke saudara kembar saya. Bara memanggilnya bunda, bunda adlh seorang fulltime mother, anaknya Alhamdulillah sudah besar, yang pertama kakak Rachel usianya sekarang hampir 12 tahun, yang kedua kakak Fatih usianya sekarang 7 tahun. Jangan heran ya kenapa saudara kembar bisa beda punya anaknya? Hehe.. jawabannya sederhana sih, karena bunda lebih dulu bertemu jodohnya, 8 tahun kemudian baru saya bertemu jodoh..
Balik ke toilet training, sebenernya dng posisi saya yang kerja, dengan Bara yang lebih banyak waktu dengan bundanya, agak kesulitan buat saya untuk mengajarkan toilet training. Saya juga agak gak enak hati buat memberitahu bundanya kalau Bara sudah bisa perlahan dilepas popoknya dan diajarkan toilet training. Udah mau dititipkan aja udah seneng, khawatir bunda malah berfikir ulang untuk menjaga Bara, kalau saya sering mendistorsi. Ternyata apa yang saya fikirkan ternyata salah, Bunda malah lebih dulu mengajarkan tentang toilet training ke Bara..  😱 waw..  (malu bgt rasanya...)
Bunda bilang, Bara pernah sampein ke bunda kalau kata ibu, Bara udah besar, ngga usah pake popok lagi, hehe.. he saved me, tau aja ibunya gak enak sampein ke bundanya...
Nah, sejauh ini toilet training Bara berjalan lancar, mungkin ini bisa menjadi tipsnya:
1. Tanamkan ke anak, bahwa dia sudah besar jadi tidak perlu pakai popok lagi
lagi.
2. Setiap 1 jam sekali ajak anak untuk buang air kecil di toilet, sebelum tidur siang, bangun tidur siang
3. Ajari anak bagaimana cara menggunakan toilet, spt cara jongkok/duduk, cara flushing, walau untuk istinja (membersihkan) tetap dilakukan oleh ibu/orangtua yang mendampingi.
4. Konsisten dengan ucapan. Ternyata anak sangat mengingat apa yang orangtua ucapkan.Contoh: waktu itu malam, Bara saya pakein popok ketika tidur krn musim hujan, kalau malam suka ngompol. sekitar jam 2 pagi, dia bangunin saya, bilang mau pipis. Krn ngantuk, spontan saya bilang, Bara kan pake popok, ya udah gpp pipis aja. Tapi dia jawab: Ibu gimana si, kata ibu kalau pipis di wc bukan di pamp**s. Deziiiig... langsung lompat saya ketika mendengar jawaban polos dia..
5. Jangan menyalahkan anak, ketika tiba tiba dia pipis ngga bilang, mungkin dia lupa, atau tidak tahan.
6. Jangan pelit memberi pujian ke anak.
Apalagi ya.. mungkin segitu aja kali ya.. semoga dilain waktu bisa cerita lagi..

Monday, January 25, 2016

Arsitek or sipil

Pagi pagi dpt whatsapp dari atasan ttg pembagian tugas yg hrs dikerjakan hari ini. Suasana kantor bbrp hari ini memang sedang hectic, dampak dr restrukturisasi organisasi membuat awal tahun jadi ketimpa banyak kerjaan, biasanya awal tahun cuma fokus ke laporan keuangan, menjalani pemeriksaan Bpk, tahun ini ditambah hrs menyiapkan sarana dan prasarana sesuai struktur organisasi yg baru.. 😔😂
Oh, iya di struktur organisasi yg baru, saya ditempatkan di subbag BMN dan Layanan Pengadaan, sebuah subbag baru pecahan dari subbag rumahtangga dan perlengkapan. Alhamdulillah.. masih ditempatkan dengan teman teman lama, kasub yg lama dan kerjaan yg awalnya difikirnya berkurang krn tidak lagi mengerjakan urusan rumahtangga, ternyata teteup.. 😪
Balik ke tugas yg di whatsapp, bunyinya "erna silakan melanjutkan menggambar.." hehe.. Sejak saya diterima sbg cpns di sini, ketika ditanya lulusan apa dan saya jawab Teknik Sipil, sebagian besar orang orang disini menyangka saya jago gambar.. wah, Teknik Sipil, jago gambar dong, nanti kalau saya mau bangun rumah, gambar in ya.. 
Saya sih cuma senyam senyum aja, memaklumi mungkin blm faham tentang dunia perteknik sipilan... wkwk.. apa sih bahasanya.. Teknik Sipil itu beda dengan Arsitektur.. yang tugas utamanya gambar, mendisain, mengkonsep sebuah ruang itu adalah Arsitektur. Teknik Sipil yang menerjemahkan gambar menjadi bangunan nyata.. sebuah hal yang berbeda bgt, walaupun di jurusan Teknik Sipil ada mata kuliah gambar teknik, tapi itu porsinya sedikit sekali...
Sebenernya... dulu saya sewaktu mendaftar di pnj juga mengira bhw jurusan teknik sipil itu sama dgn arsitek (krn pengen bgt jadi arsitek stlh gagal tidak bisa ikut sbmptn krn suatu hal) sbmptn kepingin masuk Biologi Ui hehe.. ternyata stlh menjalani kuliah di jurusan teknik sipil, Ya Allah.. berat bgt... saking beratnya saya sampe kena thifus dua kali, akibat sering begadang ngerjain tugas dan makan tidak teratur plus stress hahaha...
So balik ke arsitek or sipil, semoga tidak tertukar lagi ya...

Ditulis di atas commuterline sambil menunggu antrian di sinyal masuk stasiun Manggarai..
26 Januari 2016

Thursday, September 3, 2015

Dua Tahun... yeeeay....

Dua September 2015, gak terasa Bara udah dua tahun aja... 😍 time flies... masih inget dulu pertama kali tau km ada di rahim ibu pas ulang tahun ibu, itu rasanya.... 
Pas dlm kandungan, km mah bayi paling anteng..😍😘 sama sekali tdk pernah membuat ibu ngerasain hal hal yang dirasain ibu lainnya ketika hamil.. Alhmdlillah ibu ngga mual, ngga muntah, ngga pengen makan ini itu, hehe.... spt biasa aja... sampe ayah bingung, beneran ngga kepengen apa apa? 😉😋 Coba waktu itu ibu bilang aja kepengen jalan jalan ke Labuan Bajo.. haha..
PP ibu naik kereta ke kantor, tau sendiri kereta jam sibuk.. beuh penuh pisan 😥 udah gitu ngga pernah dpt duduk lagi,  mungkin mrk gak percaya ibu hamil, krn secara fisik emang ngga spt org hamil 😂
naik turun tangga penyebrangan st. Depok baru, malah kadang lupa kalo lagi hamil, ngejar ngejar kereta 😁😁 selama hamil km, tiga kali ibu dinas luar, ke Banjarnegara naik kereta, ke Ciamis naik bis kurleb 9 jam dengan 2 jam jalanan rusak 😫 ke Medan naik pesawat tanpa surat dokter, perut tutupin tas, lewat pemeriksaan, ngga ketauan dong! Haha.. yang paling menantang adlh ktka ke danau toba.. perjalanan Medan-danau toba jauh juga ya.. 😂 macet pulak... udah gitu penginapannya ada dibawah tebing, restoran diatas, jadilah naek turun tangga terus 😲😂 temen temen udah pada was was aja liat ibu..
Pas lahir km, Alhmdlillah juga lancar... ngga pake drama drama saking sakitnya malah nangis dan ngga bisa ngomong... sblm km lahir paginya ibu msh kerja, krn hpl msh 10 hari lagi, ibu mesti beresin kerjaan, besoknya baru cuti lahir.. tapi ternyata Allah berkehendak km lahir hari itu juga.. sore pas jam mau pulang, ibu cek ternyata ada flek, klu ibu perhatiin warna dan bentuknya sama spt tanda mau lahir yg pernah ibu baca... Ok.. tarik nafas dalam, tetap tenang, ibu kasih tau tante tya, ibu sptnya mau lahiran, lalu ibu telp ayah, suruh siap siap.. waktu itu sih ibu pengennya dijemput ayah, tapi ternyata ibu mulai merasakan yg namanya mules mau lahiran... makin lama makin terasa... sampe ngga sadar ibu nangis.. dan itu juga yang ibu baca, salah satu tanda mau lahir..
Akhirnya tante Tya minta anterin sopir, dan nemenin ibu sampe rumah terus ke Rumah Sakit Bersalin Sumber Bahagia Depok.. Jarak kantor - Depok kurleb 20 km, Alhamdulillah belum macet, jadi bisa langsung cepet sampe RS. 
Sampe RS mules makin menjadi, yang tadinya 15 menit sekali, jadi 5 menit sekali.. Sama suster malah ibu disuruh mandi, palingan besok lahirnya, gitu katanya.. Tapi ibu udah gak kuat lagi, ibu bilang sama nenek, udah gak kuat... Nenek langsung bilang ke suster, suruh bawa ibu ke ruang bersalin. Akhirnya ibu dibawa ke ruang bersalin, disini sempet tegang juga, karena dokter yang selama ini periksa ibu yaitu dr.Iwan, sedang praktek di tempat lain dan baru datang sekitar jam 7 malam. saat itu sekitar jam 5.30 sore, ibu udah gak kuat menunggu dr. Iwan, akhirnya persalinan dibantu bidan, Alhamdulillah lagi, bidan yang membantu persalinan ibu adalah bidan senior sekaligus pemilik RS tersebut, yaitu bidan Rose Intan, Ibu agak menyesal, karena pas hamil km ngga pernah kontrol ke bidan Rose Intan, padahal seharusnya ibu kontrol juga ke beliau, tapi sudahlah, buat pengalaman hamil lagi nanti hehe...
Beberapa kali ibu diajari cara mengejan sama bu bidan, namanya pengalaman pertama, ibu agak panik, padahal sudah banyak baca ttg proses pernafasan dan mengejan yang baik dan benar. tapi semua lupa... ibu hanya dzikir dan pasrah, karena sejatinya ini adalah Jihadnya seorang wanita, ibu pasrah apapun yang terjadi..
Alhamdulillah pas selesai Adzan Magrib, 18.30 kamu lahir ke dunia... ayah yang tadinya nemenin ibu, lalu keluar karena gak kuat, denger kamu nangis, langsung masuk ke ruang bersalin dan mengadzankan km.. Ibu selama persalinan hanya ditemani nenek dan uti, uti juga keluar masuk krn gak kuat, jadi pas km lahir ibu cuma ditemani nenek.
Setelah itu km dibersihkan tapi ngga dimandikan, lalu diletakkan di dada ibu. ini adalah proses IMD nak, pertama kalinya kita bersentuhan dan km mencari nenen ibu lalu menyusu... ibu nangis pas proses ini (lebay ya ibu) hehe... 

Udahan ya nak, sekian dulu cerita tentang lahiran kamu... cerita tentang awal menyusui km, babyblues syndrom, drama drama menyusui nanti ibu ceritain lagi (kalau lagi mood, hehe..)

Sekian, wassalam

Welcome to the world



Dua tahun Alhamdulillah...




Sunday, February 15, 2015

Aku mau berbagi Tips nih, buat yang hari-harinya naik cl alias commuterline, terutama buat yang biasa naik di jam jam sibuk.

Tips ini aku ambil dari akun instagram aku (@erna_ari29) follow ya.... hihi,,,,
 Berikut ini tipnya

Tips aman naik cl untuk penumpang wanita pd peak session:
1. Patuhilah tata tertib yg biasanya ditempel dipintu cl (ini penting)
2. Usahakan naik di gerbong wanita.
3. Kalaupun terpaksa naik di gerbong campuran, usahakan didepan dan dibelakang Anda perempuan, untuk meminimalisir terjadinya 'gesekan' yg tdk diinginkan 
4. Untuk Anda yg berhijab, jangan sekali2 memakai 'daleman' model cepol, apalagi ukurannya segede gaban, kasihan org yg dibelang Anda 
5. Jangan pernah memakai sepatu high heel !!!! DO NOT EVER 
6. Jangan pake baju aneh2, contohnya: kebaya, rok pendeeeeek bgt, etc. Pakailah baju yg biasa aja, baju yg bahannya gak gampang lecek.
7. Simpan gadget Anda dlm tas, jgn gatel pengen apdet status.. 8. Gunakanlah tas yg bahannya ngga kaku dan keras, sakit klu kena orang tau.!
9. Usahakan cari pegangan, jangan bersandar pd punggung org, apalagi klu Anda bertubuh sehat aka subur bin makmur..✌✌
10. Ini yg sering terlupakan, empati lah sama wanita2 yg lebih perlu tempat duduk Anda (jika dpt duduk), bukan hanya pd ibu hamil, tp wanita2 seusia ibu Anda, wanita yg terlihat pucat krn sakit mungkin, maka dr itu, klu dpt duduk jgn autis lihat sekeliling Anda..
Demikian, terima kasih 

#tips #commuterline #cumaiseng